image
Pesan KH Muhammad Ma’shum Sebelum Meninggal,

Pesan KH Muhammad Ma’shum Sebelum Meninggal,

Kh muhammad ma'sum bondowoso
Innalillahi wa innailahi roji’un. Umat berduka, Abina  KH Muhammad Ma’shum telah pulang keharibaan sang Ilahi Robbi. Meninggal dunia pada hari kamis, 13 September 2018 di di RS Siloam.

Saya bersaksi, beliau adalah seorang ulama yang selalu memegang prinsip teguh pada agamanya. pejuang yang kata kata dan perbuatannya selalu selaras. Ulama yang konsisten menyampaikan kebenaran.

Selama nyantri di Al Ishlah, KH Muhammad Ma’shum selalu menyempetkan diri, untuk memberikan pesan nasehat kepada kami. Meski beliau punya kesibukan lainnya.

Tak ada duduk yang nikmat, selain duduk sambil menyimak fatwa dan nasehat dari beliau. Kata-kata KH Muhammad Ma’shum selalu menginspirasi para santrinya.

Pernah, suatu saat. Saya dan teman-teman dipanggil untuk menghadap beliau. Kami ketakutan, karena menganggap mau ditegur sebab kesalahan. Ternyata tidak, beliau ingin berjumpa dengan santri yang mewakili dari Panti Asuhan serta memberikan nasehat-nasehat Saat itulah, pertama kali saya duduk denganya.

Berikut, sekilas untaian pesan dan nasehat dari beliau selama kami nyantri di Al Ishlah :

"Hidup hanya satu kali, maka hiduplah yang berarti"

"Mau tidak mau, kita semua akan pasti mati. Lalu, kenapa harus takut mati. Laripun kita semua akan tetap mati"

"Kita wajib mengajarkan orang lain untuk menghormati. Tetapi kita tidak boleh minta dihormati"

" Di Madura, kereta api dinamakan sepur. Diatas sepur ada kondektur. Daripada mati sakit diatas kasur, lebih baik mati berjuang dan  bertempur"

"Jadilah muslim yang pintar dan benar. Sebab, banyak muslim yang pintar tapi tidak benar"

"No day without bitilawatil quran, and no night without bishalatillail. Tiada hari tanpa baca al quran, dan tiada malam tanpa shalat malam"

Sepanjang hidupnya, KH Muhammad Ma’shum selalu istiqomah berada di garis terdepan dalam membela Islam dan aktif hadir dalam aksi-aksi bela Islam. Bahkan, sebelumnya, beliau sempat hadir dalam Ijtima’ Ulama I dengan menggunakan kursi roda, infus, dan tabung oksigen.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments