Melarang Mahasiswi Bercadar, Sama Dengan Melarang Mentaati Aturan Agama

Melarang Mahasiswi Bercadar, Sama Dengan Melarang Mentaati Aturan Agama

bercadar
Lagi-lagi Kasus larangan mahasiswi mengenakan cadar terjadi lagi. Dan anehnya, larangan tersebut dari salah satu Universitas Islam Negeri (UIN). Padahal cadar adalah satu syari'at islam bagi kaum wanita. 

Jika ada kampus entah itu UIN, PT, dsb. Jika melarang mahasiswinya menggunakan cadar, artinya sama saja melarang seorang mahasiswi untuk taat pada aturan agamanya.

Memang, perguruan tinggi memiliki otonomi kampus.Tapi tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap mahasiswanya karena tidak sesuai dengan keinginan kampus.

Bercadar adalah perintah dalam agama. Empat madzhab pun mewajibkan hukum cadar. Namun dalam madzhab syafi'i (para pengikutnya) berpendapat cadar adalah keutamaan. Pendapat inilah yang diambil oleh mayoritas islam sekarang ini.

Masalah mahasiswi mau menggunakan cadar atau tidak, hal itu tergantung pilihannya. Salahkah bila seorang wanita memakai cadar ke kampusnya? Seharusnya, kampus tidak boleh diskriminasi terhadap paham yang dianut mahasiswanya.

Kalau  cadar dilarang karena khawatir dengan paham radikal. Tak sedikit di luar sana tanpa cadar pun bahkan lebih radikal. Kalau dilarang bercadar karena tidak bisa menjamin waktu ujian kebenaran orangnya, bisa dilihat dari ciri-cirinya, dari suaranya, dari identitasnya, atau suruh buka cadar  untuk sementara untuk cek kebenarannya.

Aturan kampus melarang mahsiswinya bercadar tak ubahnya merampas hak asasi manusia. Lalu dimana kampus yang dulunya selalu menggaungkan tentang HAM? apakah cadar melaranggar HAM? Tentu tidak. Justru aturan kampus yang melarang bercadar itulah yang merampas HAM mahasiswinya.

Baca juga:

Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments