8/02/2017

Israel Munuju Adzab Kehancurannya

Tags

konflik israel palestina
Bangsa isrel, bangsa yang dikenal dengan segala kejahatannya, kebiadabannya dan kebrutalannya. Betapa Konflik israel dan palestina menjadi perhatian dunia, menggetarkan hati manusia di seluruh dunia yang masih memiliki nurani kemanusiaan.

Kutukan demi Kutukan terhadap kebiadaban Israel terus mengalir dari berbagai belahan dunia. Mulai dari agamawan, negarawan, olahragawan, dan orang-orang yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin

Di Indonesia saja, dukungan untuk Palestina terus meningkat. Apalagi sebagian besar warga negara Indonesia memiliki akidah yang sama. Tak heran banyak rakyat-rakyat Indonesia yang memberikan bantuan.

Kejahatan israel di Palestina, menunjukkan betapa kejahatan Israel tidak memandang agama, ras, dan nilai-nilai kemanusiaan. Mulai dari manusia tingkat anak-anak hingga manusia tingkat kakek-kakek, mulai dari orang-orang kelas bawah hingga kelas atas. Semua dibantai habis-habisan.

Pokoknya siapa saja yang menentang Israel akan mereka serang dengan cara apa pun. Hal ini menjadi bukti bahwa israel merupakan manusia-manusia kelas binatang buas yang suka memangsa sesama binatang. Saking dari kebiadabannya, israel di abadikan dalam kitab suci.

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. (QS. Al-Isra: 4)

Al Quran sudah memberikan sinyal bahwa Israel merupakan makhluk perusak dunia kelas kakap yang menjadi hama makhluk makhluk lainnya yang bernama manusia. Dunia akan aman dari bangsa perusak dunia israel jika sudah sampai kehancurannya. Karena satu saat israel akan menuju kehancuran yang sejati.

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. (HR. Al-Bukhori 2767 HR. Muslim 2922).

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”) Fathul Bari (6/610). 

Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina bukan lagi perkara agama atau kepercayaan, melainkan soal hak hidup warga sipil yang tidak berdosa dan tidak memiliki otoritas politik apapun untuk memperbaiki nasib mereka. Sayangnya, selama bertahun-tahun, PBB membiarkan Israel terus melancarkan serangan ke Palestina.

Kini, Negara-Negara yang katanya maju dengan segala alat persenjataannya. Tak mampu memnghentikan kejahatan israel di Palestina, padahal mereka lebih berkuasa.

Di lain sisi, Dunia Islam masih saja sibuk dengan urusannya masing-masing, dan terpecah-belah. Indonesia saja dengan populasi muslim terbesar, pemerintahnya tak berkutik untuk menerjunkan pasukannya karena terlalu sibuk dengan urusan politik.

Israel sesungguhnya tidak memiliki negara. Yang sekarang disebut sebagai Negara Israel. karena tanah tempat berdirinya Negara Israel bukan milik bangsa Israel atau Yahudi melainkan hak milik umat Islam sedunia dimana bangsa Palestina bertanah air.

Bahkan perdebatan tentang terpenuhinya syarat sebagai negara Israel masih belum terjawab hingga saat ini. Amerika Serikat pada 14 Mei 1948 dibawah pemerintahan Truman-lah yang pertama kali memberikan pengakuan terhadap berdirinya negara Israel. Pengakuan dari Amerika Serikat tersebut kemudian dilanjutkan dengan upaya untuk mendapatkan legitimasi sebagai negara berdaulat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sampai hari ini, israel terus melancarkan serangannya terhadap palestina dengan rasa tanpa ancaman dari Negara-Negara lain. Tentunya karena ada sokongan dari Negara-Negara komplotannya.


EmoticonEmoticon