8/31/2017

Apa Itu Saracen Dan Bagaimana Perannya?

Tags

saracen
Sekarang ini lagi marak tentang Saracen. Terutama dalam dunia medsos bin media sosial. Saya sendiri baru tahu istilah Saracen baru dua hari yang lalu sejak artikel ini ditulis. Setelah saya mencoba menelusuri, ternyata Saracen lagi ngetren dalam dunia politik.

Dalam wikipedia dijelaskan pengertiannya : Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristiani Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Agama Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya).

Kata Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin ("orang-orang timur"), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat. Istilah ini pertama kali dipakai pada awal masa Romawi Kuno untuk menyebutkan sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai. Pada masa-masa berikutnya, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan. 

Ternyata, selama ini yang bikin ribut di medsos dan juga  grup-grup facebook ternyata adalah orang-orang yang menyamar jadi islam. Sehingga apabila terjadi kejahatan, maka islamlah yang menjadi kambing hitam.

Apa sih Saracen itu?

Saracen awalnya terbentuk begitu saja setelah kita hack grup. Nah di situ isi dalam grup itu ujaran kebencian banyak, dan kami sebagai tim yang punya keahlian ingin menghancurkan grup tersebut. Di situ kita sama teman-teman banyak sekali salah satunya yang kemarin kena hatespeech itu si Ropi Yatman, dari Padang. Itu kita saling komunikasi di medsos Facebook terus itu, dari tim cyber muslim, mujahidin dan sebagainya (membahas) bagaimana menghancurkan grup itu.

Ternyata grup itu adminadminnya banyak yang menyamar sebagai muslim, nah saya merasa terpanggil unuk menghancurkan itu, saya coba mengambil alih grup itu. Waktu itu kita menggunakan Saracen, Saracen ini yang membuat nama si Ropi, dia ambil dari wikipedia kalau nggak salah artinya perjuangan di media sosial.


Dari mana belajar meretas?

Kita otodidak dengan banyak mencoba. Kita belajar dari situ. Jadi tidak ada namanya kita diajari orang. Prosesnya panjang sekali. Waktu itu saya mempelajari dasar-dasar Facebook, saya membuka kode source kebetulan di bawahnya ada pengembang developernya, orang India. Namanya kalau nggak salah Kerdikeyen nama akun Facebooknya, beliau juga pengembang di yahoo, beliau menjual program dasar-dasar FB, saya pelajari dari situ, saya beli waktu itu pembayarannya pakai paypal.

Bagaimana bisa berubah menjadi penyedia konten kebencian?

Kenapa kok bisa dituduhkan ke Saracen, kita setiap akun FB, grup itu kan umum, siapa aja bisa masuk, itu kan kebencian belum tentu anggota Saracen. Nah anggota Saracen yang mana kita pun tidak tahu, karena nama Saracen melejit banyak yang menggunakan logo-logo Saracen.

Apakah anda juga membuat proposal untuk menjual ujaran kebencian?

Kita tidak menyediakan jasa cyber, tapi ada orang yang pernah meminta cyber itu seperti apa sih. Jadi kalau untuk pilpres, mengampanyekan seperti apa sih di media sosial. Nah trik-trik, saya dapat trik itu didapat dari yang saya lihat di media sosial. Kemudian orang meminta membuatkan anggaran. Nah anggara itu kok bisa saya mematok sekian-sekian, alasannya di berita-berita hoax dia mematok sekian-sekian, jadi saya sesuaikan saja.

Bagaimana para anggota Saracen bisa berkenalan?

Perkenalan kita di medsos, waktu itu kan ada Pilpres 2014 kebetulan kita simpatisan salah satu calon yang gagal ya. Nah di situ kita kenal dengan yang seide, dan dari situ setiap yang seide ya kita kenal.

Apakah para anggota Saracen pernah kopi darat?

Kopdar pernah, waktu itu 2016 ada teman saya ngajak kopdar namanya Agus Setiawan, pas momen silaturahmi akbar di situ juga kebetulan kita kopdar bareng. Sebatas itu, setelah itu lupa lagi.

Kalau yang silaturahmi akbar itu waktu Pilkada DKI kalau nggak salah. Itu pertemuannya saya nggak tahu persis yang silaturahmi akbar, di situ ada ceramah cara memilih pemimpin. Tapi saya lebih detilnya lupa, karena sudah lama. Itu sekitar bulan 6 atau 7 gitu. Itu juga tak ada sangkutpautnya dengan Saracen.


Sudah berapa orang menggunakan jasa Saracen?

Saya tidak menawarkan. Orang minta buatkan anggarannya berapa sih yang seperti itu. Saya tidak pernah menerima atau pesanan dari orang yang seperti itu misalnya ini pilkada, oh dibayar sekian, saya tidak pernah menerima seperti itu.

Soalnya yang dulu waktu minta anggaran itu di Pekanbaru, tidak ada sangkutpautnya dengan di Jakarta. Karena waktu itu ada pemilihan wali kota kalau nggak salah. Hanya sebatas itu, selebihnya nggak ada.

Apakah anda kenal dengan Eggin Sudjana dan Ampi Tanudjiwa?

Tidak kenal.

Bagaimana nama Eggi Sudjana dan Ampi Tanudjiwa bisa masuk ke struktur Saracen?

Waktu itu bang Rizal Kobar main tunjuk karena wacana belum resmi. Ide dari bang Rizal Kobar, jadi waktu itu siapa ininya (pengutusnya)? Bagaimana kalau pak Eggi Sudjana? Apa nggak masalah itu? Nanti kita bicarakan. Waktu itu pas kopdar tahun 2016, setelah silaturahmi akbar.

Bagaimana caranya menarik orang untuk gabung ke Group Saracen?

Saya tidak ada menawarkan embel-embel dayatarik supaya masuk. Itu bebas yang masuk. Yang nyebarin situs porno ada, yang sebarin kebencian juga ada, yang hujat-hujat orang lain juga ada. Macem-macem isinya. Jadi isinya bukan hanya simpatisan ada banyak macamnya. Jadi dikatakan orang yang bergabung di situ orang saracen semua, itu salah. ( Dikutip dari liputan6.com  pengakuan Jasriadi )

Betapa mirisnya melihat perdebatan-perdebatan yang terjadi di medsos. Ternyata penyebabnya tak lain adanya segerombolan makhluk yang agamanya non islam yang membuat onar dalam dunia maya.


EmoticonEmoticon