7/17/2017

Ketika Maut Datang, Apa Yang Telah Kita Persiapkan

maut datang
Sejatinya, umur yang panjang tidak menjadi jaminan bahwa seseorang lebih banyak pahala kebaikannya, banyaknya harta yang dikeluarkan, atau banyaknya pekerjaan yang dilakukan. Setiap manusia pasti menginginkan umurnya menjadi berkualitas.

Akan tetapi godaan selalu datang menjadi batu sandungan bagi kita untuk selalu berbuat kebaikan. Karenanya sangat penting untuk menjaga semangat kita dalam menjadikan umur yang bermanfaat. kita semua memiliki usia yang terbatas, bahkan bisa dibilang sangat singkat.

Akan tetapi, sesingkat singkatnyan usia atau umur, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat sebuah  perbedaan besar bagi sejarah peradaban manusia apabila kita memanfaatkannya dengan baik. Bukankah sejarah mencatat, ada orang berumur panjang namun umurnya tidak barokah, hidup penuh dengan maksiat dan kemungkaran.

Disisi lain, ada orang yang berumur pendek, namun umurnya membawa keberkahan dan menciptakan sejarah yang selalu kita kenang sampai hari ini. Nabi Muhammad saw. berpesan melalui sabdanya, agar memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara.

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa hidupmu sebelum matimu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa senggangmu sebelum masa sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, dan masa kaya/kecukupanmu sebelum fakirmu.” (HR. Al-Hakim. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1077)

Tak terasa kita semua terus dikejar waktu dengan umur semakin berkurang. Hari, minggu, bulan dan tahun terus menggerogoti umur kita. Sayangnya, sebagian dari kita masih sering menyia-nyiakan waktu yang kita miliki dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Seringkali ketika kita mau melakukan ibadah selalu berkata nanti saja, besok saja, setelah ini itu, dan seterusnya. Ketahuilah setiap tarikan dan desahan nafas kita, saat kita menjalani waktu demi waktu, adalah merupakan langkah menuju kubur.

Seringkali kita sia-sia kan waktu dan kesempatan hidup di dunia ini, melakukan hal-hal yang tidak berguna, hanya membuang-buang waktu saja. Padahal hidup hanya sementara, padahal dalam hidup ini kita sedang menanti datangnya ajal, menanti datangnya malaikat maut yang akan mencabut nyawa kita.

Setiap hari kita selalu mendengar berita kabar duka, bahwa seseorang telah meninggal. Sadarlah, bahwa kita yang masih hidup sedang menunggu dan akan menyusul mereka yang telah meninggal duluan.

Menyia-nyiakan Kesempatan hal yang sering kita lakukan, Kesempatan sering kita tinggalkan. Begitu ajal tiba, tinggallah penyesalan.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“(Ada) dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu padanya, (yaitu nikmat) sehat dan senggang.” (HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi, lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2304)

Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang- orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha Mengetahuia apa yang kamu kerjakan. (QS. Al- Hasyr: 18)

Mari bertanya pada diri kita sendiri. Sampai sejauh manakah kita melakukan amal kebaikan hari ini? Dosa- dosa serta kesalahan- kesalahan apakah yang pernah kita lakukan untuk kita perbaiki? Saatnya mulai sekarang kita introspeksi diri, mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti. Jangan sampai ajal mendahalui kita.

 Umar bin Khattab Ra. berkata:
حَاسِبُوْااَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبُوْا
“Hitunglah (amal) dirimu sebelum dihitung (di akhirat nanti)”

Hidup ini sebenarnya hanya sedang menunggu giliran saja, suatu saat kita akan ditarik dari peredaran dunia ini, akan pulang kampung ke negeri yang kekal. Semua yang kita cintai dan mencintai akan kita tinggalkan. Semua apa yang kita miliki didunia semuanya tidak ada yang dibawa, kecuali amal kita untuk dihitung dan dipertanggung jawabkan.

Kita sering menyaksikan jenazah yang sedang diusung, diiringi oleh sanak familinya menuju pemakaman. Tidak ada satupun sanak familinya yang ikut, tidak ada sedikitpun harta miliknya yang menemaninya. Semuanya akan kembali ke tempatnya masing- masing, hanyalah amal perbuatannya selama ia hidup, yang akan menemaninya dengan setia.

Allah SWT tidak akan bertanya berapa lama usia kita selama di dunia, tapi yang akan ditanyakan adalah apa yang telah kita kerjakan selama di dunia. Lalu, bekal apa yang telah kita persiapkan? Allah SWT berfirman.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ
"Berbekallah, sesungguhnya sebaik- baik bekal adalah taqwa. Bertaqwalah kepadaKu wahai orang- orang yang menggunakan fikiran.” (QS. Al- Baqarah: 197)


EmoticonEmoticon