7/24/2017

Halal Bihalal Nasional Al-Ishlah Bondowoso

al ishlah bondowoso
Pada tanggal 23/07/2017, tepatnya hari ahad. Al-Ishlah Bondowoso kembali menggelar acara Halal bi Halal dan Silaturahim Nasional, kalau tahun sebelumnya acara hanya sebatas pertemuan alumni. Kali ini dengan tokoh-tokoh nasional. 

Probowo, Amien Raies, Bachtiar Nasir, Dzulkifli Hasan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Gerakan Ummat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim), Ikadi, Fpi, dan lain-lainnya turut hadir dalam acara ini. Halal bihalal Nasional ini dilakukan sebagai respons sekaligus menjawab dinamika kehidupan berbangsa yang terjadi saat ini.

Kalau Pak Parbowo berbicara tentang kenegaraan, Bachtiar Nasir dengan Spirit Aksi Bela Islam, Zulkifli Hasan dengan Semangat berbangsa. Lain lagi dengan Abi Kh. Moh. Ma'sum, beliau menyampaikan sebuah pantun andalan "Kereta api di Madura disebut sepur, di atasnya ada kondektur. Dari pada mati di atas kasur, lebih baik mati berjuang dan bertempur".

Itulah kata-kata Abi Kh. Moh. Ma'sum sejak dari dulu. Walaupun divonis terkena penyakit kangker tingkat tinggi, beliau tak pernah berhenti berdakwah. Ketika menyampaikan orasi pada acara halal bihalal nasional, beliau duduk di atas kursi roda.

Walaupun pernah nyantri disini, tapi kehadiran saya atas undangan yang dilayangkan oleh PP Al-Ishlah ke Lemabaga kami dengan dasar FKPBBD Dharmais. Alhamdulillah, dengan acara silaturahim Nasional ini yang digelar di lapangan Al-Ishlah Bondowoso. Saya berjumpa dengan teman-teman seangkatan dan juga para asatidz disana.

Tak bisa lama-lama di Al Ishlah ini, sebab saya bersama teman-teman pengurus lembaga, walaupun sebenarnya berniat untuk menginap selama beberapa hari. Namun saya dapat buku istimewa yang diberi secara cuma-cuma alias gratis. Dengan judul Buku Paradoks Indonesia, Negara Kaya Raya Tapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin.
paradoks indonesia


EmoticonEmoticon