Rahasia Dibalik Perayaan Tahun Baru

Rahasia Dibalik Perayaan Tahun Baru

tahun baru
Tahun Baru. Perayaan yang dinantikan ketika menjelang malam, orang berbondong-bondong menanti sebuah malam pergantian. Begadang sepanjang malam, hingga lupa kewajiban. Banyak rahasia yang mungkin tidak rasakan. Rahasia dibalik perayaan yang justru berdampak pada merugikan. Ya, rahasia. Sebab banyak orang yang tak merasakan dampak dari sebuah tahun baru yang dirayakan.

Merayakan tahun baru, seakan perayaan yang tak boleh dilewatkan. Padahal banyak kerusakan yang akan ditimbulkan. Bagaimana kita mau merayakan tahun baru, sementara waktu terus berlalu. Umur semakin berkurang, kebaikan jarang dilakukan. Dosa terus bertambah, sementara jarang bermuhasabah. Menghamburkan uang, disi lain banyak fakir miskin membutuhkan bantuan. Bermain kembang api, padahal kerugian sudah pasti. Tahun baru yang dinanti, rela begadang sampai dini hari.

Orang-orang hanya berdiri ingin menyaksikan kembang api, begadang sampai larut dan suka berkeliaran. Hiburan ditampilkan, berbagai macam musik dimainkan, dangdut mulai digoyang, dan bermacam-macam hiburan yang pada ahirnya kebablasan. Pemuda pemudi berpasangan, berkumpul di pusat kota dan tempat perayaan lain, menunggu jam dua belas, yang seolah sangat rugi apabila dilewatkan. Itulah rahasia yang jarang disadari orang. Rahasi kerugian dan kemaksiatan.

Kian malam suasana kian meriah,. Tepat jam 00.00 atau jam dua belas malam, suara dipenuhi dengan hingar bingar suara terompet, klakson dan petasan. di langit pun meriah bertabur cahaya kembang api. Langit yang biasanya terang menderang berubah menjadi sarang asap petasan dengan kembang api.

Merayakan tahun baru sudah menjadi hal biasa di masyarakat. Seolah tak ingin melewatkan pergantian malam tahun baru begitu saja. Perayaan dibuat semeriah mungkin. Mulai dari pesta kembang api, konser musik, parade, hingga tak jarang dirayakan dengan perbuatan maksiat. Minuman keras, judi, zina, hingga bentrok antar pemuda.

Baca juga:

Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments