12/26/2016

Meninggalkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Tags

amar ma'ruf nahi mungkar
Amar ma'ruf nahi mungkar. Merupakan kewajiban bagi setiap insan. Menyeru kepada yang baik dan mencegah yang mungkar. Tanpa amar ma'ruf nahi mungkar, entah apa jadinya kehidupan ini. Mungkin yang ada adalah kejahatan-kejahatan ulah tangan manusia.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ “
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imraan 104).

Dan barang siapa yang diam diri dari amar ma’ruf dan nahiii munkar dan dia mendakwakan bahwa niatnya itu agar tidak menyakiti hati orang yang melaksanakan perbuatan munkar, maka niat yang demikian ini bukanlah termasuk niat yang baik bahkan ia termasuk juga ke dalam golongan yang mellaksanakan kemungkaran. (Risalah al mu'awanah lil imam alhaddad)

Ketika amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan, maka para pelaku maksiat dan dosa, akan semakin terus melakukan perbuatannya, sedikit demi sedikit akan sirnalah cahaya kebenaran dari tengah-tengah umat manusia. Akibatnya, maksiat akan merajalela, keburukan dan kekejian akan terus bertambah, kejahatan akan bertebaran dimana-dimana.

Salah satu penyebab datangnya adzab Allah Swt. dikarenakan meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar. Tentunya, adzab itu menjadi peringatan bagi kita. Untuk ber amar ma'ruf, maka kita mulai dari diri sendiri. Sebab, bagaimana kita mau menegakkan kebaikan jika diri sendiri tak mampu berbuat baik.


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak. Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Sikap tidak mau mencegah hal yang mungkar merupakan salah satu sebab hilangnya nilai-nilai kehidupan. Tersebarluasnya kebodohan dan kemungkaran. Bukankah kita semua tidak suka pada kemungkaran? Bukankah kita sakit hati manakala dianiaya orang? Maka, beramar ma'ruf nahi mungkar adalah kewajiban, meninggalkannya adalah dosa.


EmoticonEmoticon