Memilih Yang Mudah Dengan Shalat Istikharah

Memilih Yang Mudah Dengan Shalat Istikharah


Rasulullah saw berkata dalam sebuah hadist:

“مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ أَحَدُهُمَا أَيْسَرُ مِنْ الْآخَرِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ”

 Rasulullah saw ketika dihadapkan dua pilihan, beliau selalu memilih yang termudah selama itu tidak mengandung dosa, apabila itu mengandung dosa maka beliau menjauhinya” (HR. Muslim). 
minta kemudahan dengan istikharah

Beliau pun ketika memilih sesuatu menggunakan analisa dan nalar, namun selalu mengutamakan yang mudah. Begitu juga ketika seorang hamba dihadapkan kepada dua pilihan yang sulit dan kemudian dia melaksanakan shalat istikharah sesuai ajaran Rasulullah, tidak berarti ia lantas menyuruh Allah memilihkan pilihannya dan ia hanya cukup berdoa saja dan menunggu petunjuk dan berpangku tangan. Itu adalah anggapan yang kurang tepat.

Seumpama ketika seorang mahasiswa atau murid memasuki ruang ujian, biasanya kita selalu berdoa agar bisa mengerjakan dengan baik dan memilih jawaban dengan tepat. Apakah mengerjakan ujian dan memilih jawaban tersebut cukup dengan doa tadi? Tentu tidak. Jawaban ujian dan memilih jawaban hanya bisa dilakukan melalui belajar sebelumnya, sedangkan fungsinya adalah agar ketika mengerjakan ujian dan memilih jawaban, kita diberi kekuatan dan kemampuan sehingga bisa mengerjakan dengan tepat. 

Begitu juga sholat istikharah adalah doa agar dalam memilih, kita diberikan kekuatan oleh Allah dan tidak salah pilih, namun pekerjaan memilih itu sendiri harus kita lakukan dengan baik melalui analisa, kajian, penyelidikan, musyawarah dll. Setelah proses tersebut kita matangkan, maka dengan disertai doa yaitu shalat istikharah mudah-mudahan pilihan kita tidak salah. Yang lebih salah lagi, manakala pilihan itu ternyata kurang sesuai dengan yang diharapkan, ia mulai menyalahkan istikharahnya atau naudzubillah kalau sampai menyalahkan Tuhannya.

Baca juga:

Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments