12/03/2016

Fatwa Shalat Jumat Yang Nyeleneh

Tags


shalat ditengah jalan
Sampai sekarang, fatwa tentang shalat jumat dijalan yang katanya tidak sah, membuat hati resah dan selalu bertanya-tanya. Kenapa tidak, dari dulu sejak kecil belajar agama, sekolah, nyantri di pesantren, sampai dibangku kuliah. Tidak pernah menemukan fatwa shalat jumat dijalan tidak sah. Lebih-lebih dikatakan Bidah. Anehnya, yang mengeluarkan fatwa adalah pemimpin ormas besar di Negeri ini.

Kita harus akui, bahwa ia bukanlah orang yang tidak bisa diremehkan keilmuannya. Namun sebagai manusia yang diberi akal dan fikiran, apalagi kita tidak buta huruf. Maka tidak baik kalau fatwa itu langsung ditelan mentah-mentah selama kita masih diberi kemampuan untuk membaca, mengkaji, dan mencari sumber-sumber rujukan para ulama terdahulu. Ada baiknya kita mengkaji terlebih dahulu.

Tidak sahnya shalat jumat dijalan, merupakan fatwa yang baru ada sekarang ini. Dan disampaikan bukan karena kesepakatan yang melibatkan banyak ulama (ijmak), melainkan segelintir pengurus ormas. Karena fatwa yang nyeleneh ini, ahirnya dijadikan kesempatan oleh sekelompok orang untuk memanfaatkan situasi politik dan masalah penistaan agama.

Yang kurang sopan adalah haters, yang tidak tahu sopan santun sampai menghujat dan mencaci ulama sekelas Gus Mus. kita boleh tidak setuju dengan pendapat atau fatwa, akan tetapi bukan lantas mencaci maki dan ditujukan langsung kepada yang bersangkutan. Cobalah posisikan diri kita sebagai orang yang berfatwa, lalu dihujat dan dicaci karena fatwanya tidak diterima. Tentu juga akan merasakan sakit hati.

Alangkah baiknya dengan adanya suatu fatwa yang terasa aneh atau nyeleneh, dijadikan pelajaran dan kesempatan untuk terus belajar memperdalam ilmu yang berkenaan dengannya. Dari pada hanya koar-koar di media yang justru akan menimbulkan fitnah. Mending belajar, buka kitab/buku, dari pada sibuk saling mengomentari haters.


EmoticonEmoticon