Bom Panci, Dari Pengalihan Isu Hingga Ke Teroris Islam

Bom Panci, Dari Pengalihan Isu Hingga Ke Teroris Islam

teror bom panci
Sekarang, masyarakat dihebohkan dengan penemuan bom. Sebuah bom yang akan diledakkan di istana Negara di Jakarta Pusat, kata media. Bom tersebut dikemas dengan panci presto, ahirnya disebut bom panci. Dengan daya ledak yang cukup tinggi. Beruntung, niat pelaku ketahuan duluan oleh pihak kepolisian.

Pada saat ini, media sosial tidak hanya dihebohkan soal bom. Melainkan juga persoalan Aksi Damai Umat Islam, Kasus Ahok, Pilkada Jakarta, baikot metro tv, baikot sari roti dan lain-lainnhya. Disisi lain, banyak pengguna media sosial menganggap bahwa bom panci hanyalah pengalihan isu semata.

Dalam Grup Rakyat Bersuara, terdapat postingan: Sekarang kami sudah muak dengan berita teror bom. Rakyat sudah pintar, jangan kadali kami dengan pengalihan isu bom panci. Kami sudah tidak percaya lagi dengan cara politikus mengalihkan perhatian rakyat.

Kalau kita perhatikan, bom teroris memang selalu terjadi disaat kondisi sosial dan pemerintahan sedang memanas. Jadi wajar, kalau sebagian rakyat menganggap, bahwa teror bom hanyalah pengalihan isu belaka. Entah benar atau tidaknya pengalihan isu, ada hal yang lebih peting dari pada sekedar berwacana. Yakni, muslim menjadi korban fitnah teroris.

Ketika berbicara masalah teroris. Islamlah yang selalu menjadi terget serangan. Islamlah yang selalu menjadi kambing hitam. Pokoknya, setiap ada bom, Islam akan menjadi bahan yang akan diobok-obok.  Seakan Islam adalah agama teroris yang harus diwaspadai dengan konsep jihadnya dan bidadari surganya.

Jika identitas pelaku bom adalah non muslim, maka dunia senyap. Seakan tidak terjadi apa-apa, hanya menjadi perbincangan kalangan intern. Sebaliknya, ketika pelaku beridentitas muslim. Dunia geger dengan segala isu dan fitnahnya yang disebarkan kemana-kemana. Mereka menuduh Islam dan teroris merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Seandainya jika kita mau berpikir bijak. Entah apa hubungannya antara agama dan kejahatan. Saya pikir, tidak ada agama manapun yang mengajarkan umatnya melakukan sebuah tindakan yang keji. Jika umat islam melakukan pencurian, bukan lantas itu ajaran islam. Jika umat kristen melakukan pemerkosaan, bukan berarti agama kristen mengajarkannya. Jika umat hindu melakukan perampokan, tak berarti perbuatan tersebut ajaran agama hindu.

Jarang sekali orang berfikir dan menilai dengan bijak. Pelaku kejahatan hanya dilihat dari identitas dan pakaiannya. Jika identitasnya islam, mereka menganggap islam agama yang jahat. Tidak pernah berfikir bagaimana dengan kejahatan yang dilakukan umat seagamanya.

Baca juga:

Seorang Pelajar Yang Suka Nyasar kemana-mana hanya untuk mencari ilmu dan pengalaman.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments