image
Pacaran adalah ketersiksaan cinta palsu

Pacaran adalah ketersiksaan cinta palsu

kata romantis untuk pacar
Pacaran pada zaman ini merupakan sesuatu yang. Masyaallah, seakan sudah tidak ada tempat tanpa pacaran. Dulu, ketika mahluk yang bernama televisi jarang dimiliki tetangga-tetangga, Sangat jarang sekali kita menemukan laki-laki dan perempuan bergonjengan. Kecuali bapak-bapak dan ibu-ibu, atau yang sudah menikah. Namun sejak virus-virus sinetron mulai bergentayangan masuk kedalam tiap rumah. Televisi mudah didapatkan. Bahkan hampir tiada rumah tanpa televisi. Sedikit demi sedikit, lama lama menjadi bukit. Anak anak kita mulai terinfeksi virus pacaran. Entah, sejak kapan pacaran masuk ke Indonesia.

Tak ada sejarah yang pasti, kapan masuknya pacaran ke Indonesia. Ahli sejarahpun, tidak ada yang berusaha menggali sejarah pacaran. Lagian, atau mengkin. Sejarawan menganggap hal itu tidak terlalu penting. Yang jelas, pacaran pada zaman sekarang bukan lagi hanya di sinetron yang sering kita lihat. Bukan lagi cerita-cerita nostalgia dongeng-dongengan. Tapi ini adalah fakta, mulai dari tingkat dewasa hingga tingkat remaja sudah sakau dengan yang namanya pacaran. Kalau tidak pacaran, galaunya hingga tingkat dewa.

Alasannya cinta. Ya, dengan mengatasnamakan cinta, pacaranlah jalannya. Ketika menemukan target sasaran cinta (pacaran). Maka ia mulai beraksi dengan jurus ampuh dengan kata-kata manis. Kalau kita tanya pada orang pakar pacaran itu, mau punya pasangan hidup seperti apa. Jawabnya pasti ingin yang shaleh, baik. Tidak bakalan ada yang bilang mau pasangan yang tidak baik.

Sungguh aneh, walaupun sebenarnya tidak aneh. Dari sederetan orang yang mau mencari pasangan orang yang baik. Justru menceburkan dirinya kedalam dosa. Bukannya sok alim, sok suci, sok shaleh. Akan tetapi, kita adalah Muslim. Sudah tahu kan? Soal hubungan antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom dalam islam.

Bermula dari pacaran berahir dengan ketragisan. Begitulah buah cinta yang dihadirkan akibat berpacaran, dimana para pacaran selalu tersiksa dengan cinta yang tidak jelas. Mengurus pasangan yang belum tentu jelas, apakah jadi pasangan hidup rumah tangga kedepannya.

Guru saya berkata: Pacaran adalah dilarang dalam agama. Dengan pacaran syaitan akan menggoda para pasangan yang dimabuk asmara, berduaan sambil bermesraan, Maka pacaran adalah sesuatu tindakan yang menyimpang dalam agama.

Terlepas dari hukum atau fatwa tentang pacaran. Bahwa mau bagaimanapun, orang yang berpacaran akan tersiksa dengan sendirinya. Anak tetangga sebelah saja nekat mencuri karena dompet tipis tak ada fulus untuk pacar. Di berita, anak muda nekat bunuh diri karena di buat stres oleh pacarnya hanya dengan dua kata: Kita Putus. Seorang perempuan sakit hati teramat sangat, bak dunia sedang kiamat, karena si doi sedang bermesraan dengan orang lain.

Tidakah kita lihat berita yang tersebar. Soal perempuan yang dibunuh oleh pacarnya setelah diperkosa. Menggunakan cangkul hingga tembus ke paru-paru. Tidakkah kita sadar, betapa banyak sesama teman saling membunuh karena pacar. Tidak sadarkah anda yang berpacaran, berapa biaya yang telah dihabiskan demi orang yang belum sah menjadi tanggung jawabmu?

*pertama kali sudah saya post di vianeso.com
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments