Sekedar Pesta Perpisahan

Sekedar Pesta Perpisahan

Tak ada kegiatan. Kuliah masih libur tingkat ekstrim, setelah Bulan Ramadhan. Sampai sekarangpun tidak masuk-masuk. Itulah yang membuat saya jenuh. Hanya saja, waktu selama liburan disita oleh waktu kerja di Yayasan selama 24 jam. Tapi apa boleh buat. Demi seorang teman, yang sebentar lagi mau berangkat ke luar Negeri Karena mendapat tawaran kerja. Saya harus rela meminta izin pada atasan.

Dapat jatah izin hanya satu hari. Seketika itu juga, saya berangkat ke Surabaya. Dimana teman saya tinggal dan tergabung dalam Fianeso ( Komunitas Mahasiswa Unitomo ). Sebelumnya, sudah saya buat status dan tulisan agar si anak itu tidak pergi keluar Negeri. Namun, demi orang tua dan masa depannya. Ia tetap pada pendiriannya.

Saya sadar, Kalau saya bukan bagian dari komunitas itu. Tapi saya tahu, bahwa teman-teman Fianeso tidak menginginkan ia pergi. Demikian juga dengan saya. Jika ada seribu cara, tentu saya gunakan untuk meretas niatnya pergi ke luar Negeri.

Acara dikonsep dengan berbagai teori, diseting sedemikian rupa, dikemas indah agar terlihat, wah. Sebuah acara pesta perpisahan antara Guru dan Murid, Perpisahan Mahasiswa dengan kampus dan komunitasnya. Walaupun realitanya, tidak sesuai. Meleset dari perkiraan, yang saya kira acara perpisahan dalam bentuk tasyakuran dan pamitan. Justru berubah ketika saya sampai disurabaya.

Acara dibuka dengan perebutan piala sepak bola (PS), dilanjutkan dengan acara ngopi hingga sore hari. Malam tiba, saya diajak jalan-jalan bersama teman-temannya, Fianeso. Berkumpul di depan Kampus Unitomo. Disana saya bertemu lagi dengan anak-anak Fianeso, setelah sekian lama tidak berjumpa. Hanya perjumpaan di medsos yang menjadi andalan, untuk mengetahui kabar-kabar mereka.

Nakalnya si anak itu, tetap tidak berubah. Saya yang tidak suka bernyanyi, diajak singsong melantunkan lagu-lagu syair perpisahan di Pop City Surabaya. Biarlah, teman-temannya yang lain memenuhi keinginannya. Di Pop City teman-teman sibuk mencari lagu lagu favoritnya, saya sibuk mengisi Blog dan Website yang saya kelola. Sekedar menghilangkan rasa keterasingan dalam dunia permusikan.

Waktu masih tersisa panjang, ia menutup acara perpisahan ini dengan acara yang lebih sederhana. Yang  kebetulan favorit saya. Ngopi bersama di salah satu cafe angkringan. Lebih sederhana, lebih nyaman, dan lebih santai untuk berbincang.

Karena kurang puas dengan acara perpisahan ini. dini hari, dua perwakilan Fianeso turun lapangan. Menjajal kehebatan CR, yang selama ini sulit dikalahkan. Hihi...

Baca juga:

Seorang Pelajar Yang Suka Nyasar kemana-mana hanya untuk mencari ilmu dan pengalaman.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

5 comments

terharu ni klo dnger perpisahan

Balas

Jadi kangen teman teman dikampung kalau gini :(

Balas

Yang namanya perpisahan pasti bikin terharu.

Balas