Katanya Tuhan Tidak Adil

Katanya Tuhan Tidak Adil

Zaman dimana, manusia sudah tidak lagi menghargai jati dirinya, tidak menyadari akan eksistensi sebagai hambaNYA, tidak sadar siapa yang telah menciptakannya. Lebih-lebih, ketika masalah datang. Dengan mudahnya mengatakan TUHAN TIDAK ADIL

Lihatlah, perempuan zaman sekarang. Gigi dipagar. Dada diumbar. Paha selengkangan bak potongan ayam siap dibakar. Rambut dikibar-kibarkan. Hiasan wajah berlebihan. Hidupnya selalu mengedapankan nafsu syahwat, hubungan tak halal dengan lawan jenis ditelan begitu saja. Tak perduli dengan semua aturan tuhan. Giliran ditimpa musibah bilangnya TUHAN TIDAK ADIL

Pacaran, jelas-jelas  tahu bahwa haram. Tapi, tetap saja pacaran. Tanpa dijelaskanpun orang tahu bahwa agama melarang. Kecuali orang yang tak pernah belajar. Asyik berduaan ditengah kesepian. Melantunkan melodi perasaan cinta. Saling berpegang, saling bercumbu. Menikmati keindahan cinta semu, cintanya para sintinger. Ketika putus, mulut dustanya bersuara TUHAN TIDAK ADIL

Karena mengutamakan pacaran dari pada nikah. Mengedepankan kebebasan dari pada tanggung jawab. Mendahulukan cinta palsu dari pada cinta rumah tangga. Yang penting happy berdua-duaan dan tak ketahuan orang. Ketika disakiti OH.. TUHAN TIDAK ADIL

Ribuan alasan dibeberkan, bak kuasa hukum sedang melaksanakan pembelaan. Pengantar nikah alasannya. Untuk saling mengenal maunya. PDKT istilah kerennya. Orang taupun merestuinya. Sayang seribu sayang, ketika hamil diluar nikah dan tak ada yang bertanggung jawab. dengan tangisan sambil berucap TUHAN SUDAH TIDAK DIL

"Tidak adil ndasmu toh ndok. Pura-pura nggak dengar ketika Allah melarang pacaran. Giliran dihianati pura-pura nangis sambil mengadu. Lha.. terus sampeyan berharap pada pacarmu apa pada Allah mu toh ndok".

Baca juga:

Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments