7/06/2016

Nasib Jomblo Di Hari Lebaran

Tags

aden zaied alfarobi
Jomblo suka nangkring di warkop

Sebagai mahluk tuhan yang diciptakan secara berpasang-pasangan. Mencintai dan dicintai atau saling mencintai adalah sifat fitrah manusia. Hal ini menjadi saksi, betapa dahsyatnya akan kebenaran firman Allah Swt. Wajar saja kalau masa remaja sebagai masa transisi, diwarnai dengan masalah perjodohan.

Hanya saja ada segelintir mahluk tuhan yang bernama manusia. Dengan konyolnya dan kebodohan akan eksistensi dirinya. Tidak menyukai lawan jenis. Hingga sesama jenispun mereka tetap di mbat habis, wanita vs wanita, laki-laki vs laki. Mereka dikenal dengan LGBT.

Terlepas dari pembahasan diatas. yang ingin saya ketengahkan adalah masalah nasib jomblo di hari lebaran. Walaupun sebenarnya saya tidak menyukai istilah jomblo, lebib tertarik pada istilah singgle. Karena "Jomblo itu adalah Nasib, Singgle adalah pilihan" hehe...

Nasib Jomblo dapat dirasakan ketika hari raya. Lebaran sebagai hari sakral untuk saling bersilaturrahim kepada kerabat-kerabat. Namun, ada sisi lain yang dapat mebuat suasana lebaran terasa menjadi indah. Yaitu orang yang sudah punya pasangan cinta. Ntah yang sudah nikah, masih tunangan, cuman sekedar pacar, sampai teman gebetan alias TTM teman tapi mesra.

Melihat pemandangan dijalanan, mata tidak pernah lepas menyaksikan sosok manusia kaum adam dan kaum hawa sedang bergonjengan. Dengan pakaian serba barunya, Mereka seperti pengantin baru yang siap menuju kepelaminan cinta. 

Dilain hal, ada sosok Jomblo. kemena-mena mereka sendirian. Disindir teman, dikerjain kawan. Sindiran itu yang paling getol datangnya di media sosial. Nggak laku lah, lebaran gak punya pasangan gak seru, gak ada teman perjalanan, hidupnya kesepian dsb. Itulah nasibnya jadi seorang jomblo.

Namun harap tenang, bagi anda yang masih jomblo seperti saya, Jangan sedih. Ada sisi lain yang masih menguntungkan kita. Dengan status jomblo, kita akan menjadi artis sorotan yang siap diburu para pencari jodoh. Ketika bertemu dijalan dengan lawan jenis. Pandangan mereka masih seperti malu-malu kucing. 

Berbeda dengan yang sudah punya pasangan. Ketika bertemu dijalan, kaum hawa yang melihatnya, dalam hati mereka berkata "ah, sudah punya istri" sehingga mereka cuek untuk melihatnya. 

Dengan ngejomblo juga, kita lebih punya kebebasan mau kemana saja. Ndak ada yang melarang. Istrinya si Mahmud saja yang baru nikah sebulan, suaminya mau keluar. Ngomelnya minta ampun. Beginilah hidupnya seorang jomblo. Bukan hanya dagangan yang ada untung ruginya. Jomblo juga demikian.



EmoticonEmoticon