7/10/2016

Ketika Pkl Taman Bunga Sumenep Tak Dapat Lagi Melawan Pemerintah

Tags

akibat relokasi pkl taman bunga sumenep
Tak ada yang melawan, mereka pasrah di pindah ke tempat lain. Para Pkl di Taman Bunga Sumenep. Pun benar-benar direlokasi. Program Pemerintah, yang sempat gagal pada Bulan Mei lalu. Baru terlaksana pada Bulan Juli. Para Pedagang Kaki Lima, ahirnya mulai mendorong grobaknya masing-masing.

Ya, mereka pasrah. Hanya tunduk pada keputusan Wakil Bupati Sumenep. Tak ada yang melawan. Walaupun ada, itu hanya segelintir saja. Tak mungkin yang segelintir Pasukan, dapat melawan Aparat Pemerintahan. Apalagi disamping Taman Bunga Sumenep, terdapat pasukan siap tempur yang bernama Tentara Kodim.

Ketika para PKL benar-banar direlokasi. Entah apa tanggapan Masyarakat. Yang jelas, kekecewaan ada pada pengguna jalan raya. Ditutupnya jalan utama, dari Bangkal ke Kota. membuat arus lalu lintas seperti kawanan domba dikejar serigala. Tak nentu arah.

Inilah yang saya alami. Pulang dari blusukan bersama teman-teman di Lembaga. Ditengah jalan, Tepatnya di lampu lalu lintas Pasar Bangkal. Kami Dicegat mahluk yang bernama Plang dengan tulisan "Maaf sedang ada pengalihan Jalan". Dengan terpaksa kami mengambil jalan pintas.

Bukan cepat sampai yang kami dapatkan. Justru kemacetan. Walaupun tidak terlalu lama, sekitar 30 menit. Yang namanya mecet tetap macet. Melewati jalan Perumahan dianggap alternatif, namun anggapan saya meleset. Mobil dan Motor semakin menumpuk. Berjejer dari depan sampai belakang. Layaknya pasukan karnaval yang siap diberangkatkan. Sehingga, ada salah satu motor yang keserempet Mobil. Alhamdulillah, Mobil yang kami kendarai selamat.

Sembari menunggu kemacetan. Diluar Mobil saya mendengar ocehan para pengguna jalan. Menyesalkan dan mengecewakan atas Keputusan Pemerintah merelokasi Taman Bunga Sumenep. Hususnya, yang menjadi sasaran empuk adalah Bupati dan Wakilnya.

Namun saya sadar, kalau semua ini hanya sementara. Nantinya, arus lalu lintas akan normal kembali. Hal ini terjadi, karena banyak Masyarakat yang belum tahu kalau ada penutupan jalan.

Hanya saja, yang membuat dikepala saya ada tanda tanya (?). Adalah, setelah para Pedagang kaki lima di relokasi. Taman Bunga yang berada di Depan Masjid Agung mau di buat apa, Mau dibagaimanakan. Sehingga, dalam mobil yang kami kendarai terjadi sebuah Diskusi. Namun bukan diskusinya para intelek di kampus, bukan diskusi Karni ilyas dengan ILCnya di TV One. Kami hanya berdiskusi bebas tanpa tegang.

Teman saya menjelaskan. Bahwa setelah PKL direlokasi, Selanjutnya adalah Kodim Sumenep akan di pindah ke daerah Terminal Baru. ditaman Bunga akan di Dirikan Mall. Dan arus kendaraan nantinya akan menjadi satu jalur. Semua sudah ada di peta program pemerintah.

Hal diatas jangan langsung ditelan mentah-mentah. Sebab hanya baru sekedar katanya. Saya sendiri dalam hati bertanya-tanya. Dari mana Dia tahu tentang program pemerintah, sementara Dia bukan Pejabat di PEMDA. Hanya sebatas Pengurus Lembaga Swasta bersama saya.

Bagaimanapun jadinya, seperti apa nantinya. Kita pasrahkan saja pada Pemerintah. Yang penting, bukan untuk kepentingan kantong celana. Yang penting untuk kemakmuran rakyat.



EmoticonEmoticon