Karena kita tidak ingin salah niat dan tujuan

Karena kita tidak ingin salah niat dan tujuan

tentang niat
Image : muslim.or.id
“Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ia niatkan untuk mengharap wajah Allah ‘azza wa jalla, namun ia malah niatkan untuk mendapatkan dunia, maka di hari kiamat ia tidak akan mencium bau surga” (HR. Abu Daud no. 3664 dan Ibnu Majah no. 252, 

Ketika tujuan tak tercapai, keinginan tak terkabulkan, harapan raib entah kemana. Mungkin, ada yang perlu di koreksi. Kemungkinan ada niat dan tujuan yang salah. Seseorang belajar ekonomi, akuntansi, perpajakan.  Yang semestinya digunakan mengatur keuangan Negara dengan baik, justru digunakan untuk mempreteli uang rakyat.

Demikian juga, kita belajar ilmu. Sekolah, pergi ke kampus, membaca buku sebanyak mungkin. Yang mesetinya untuk mendapat mendapat Ridha Allah Swt. Namun kita berharap pada Ijazah. Takut pekerjaan tak bisa kita dapatkan.

Betapa banyak sudah, orang terjebak hanya karena ijazah. Profesi yang tak sesuai dengan kemampuan.  Bekerja tanpa menguasai pengetahuan. Ilmu yang harusnya dimiliki, hanya sebatas tulisan angka-angka nilai selembar ijazah. Semua karena niat dan tujuan yang salah.

Belajar ilmu karena dunia. Dunialah hadiahnya. Namun jangan berharap kita bisa mendapatkan kebahagiaan akhirat. Belajar ilmu untuk mendapatkan ridha Allah Swt. Maka, dua-duanya kita dapatkan, dunia dan akhirat. Hal Itu merupakan bonus yang diberikan oleh Allah.

Sungguh rugi orang yang mencari ilmu hanya karena dunia. Ia akan menggunakan ilmunya tanpa memperhatikan aturan-aturan Agama maupun Negara . Jangan heran, jikalah banyak pejabat yang korup. Profesor dengan kecerdasannya sampai mencapai tingkat botak, menyesatkan Mahasiswanya. Ditambah munculnya penceramah dan pendakwah yang pasang harga tarif.

Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ia niatkan untuk mengharap wajah Allah ‘azza wa jalla, namun ia malah niatkan untuk mendapatkan dunia, maka di hari kiamat ia tidak akan mencium bau surga.

Baca juga:

Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments