image
Diam Bukan Berarti Lemah Dan Tidak Tahu Apa Apa

Diam Bukan Berarti Lemah Dan Tidak Tahu Apa Apa


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَه. رواه البخاري ومسلم

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Hr. Bukhori dan Muslim)
Diam Bukan Berarti Lemah Dan Tidak Tahu Apa Apa
Image: radiomuslim.com
Diam bukan berarti lemah, orang pendiam tak selamanya ia bodoh, banyak diam tidak berarti ia tidak tahu. Adakalanya seseorang diam, karena tidak ingin melukai perasaan orang lain. tidak mau saudara dan teman-temannya tersakiti dengan ucapan yang menyakitkan. 

Sayangnya, karena tak tahu cara memahami. pendiam berarti dianggap penakut, tak tahu apa-apa, diam berarti lemah, bodoh, goblok. dan sebagainya. Menilai orang pendiam, seakan merupakan kebanggaan yang mengangkat harkat martabatnya.

Berapa banyak tetangga, yang bentrok  gara-gara tak dapat menjaga lisannya. Berapa banyak sudah, pemuda-pemuda saling adu jotos hingga mukanya mirip petinju kelas kakap. hanya gara-gara saling ejek dan saling menghina. Betapa banyak orang yang nyungsep didalam penjara, hanya gara-gara lisannya menyerempet saudaranya.

Adakalanya seseorang diam, karena ia tidak ingin menyakiti saudaranya. bisa saja orang suka diam, karena sudah muak dengan pembicaraan yang lebay yang tak berguna alias sia-sia. bisa jadi ia lebih baik diam, karena ia tidak ingin menjadi beban masalah bagi orang lain. 

Adakalanya seseorang diam, karena hatinya husyuk berdzikir kepada Rabnya, berpikir dan merenungi akan kekuasaan ilahnya, mengkaji dalam hati akan-akan ilmunya, dan introspeksi diri kemudian memohon ampun kepada Ilahnya

Lantas, anda merasa bangga dengan pandai berbicara. Dengan tepuk tangan penonton didepan simposium, suara sorak riuh gemeruh teriakan hadirin. Akankah membuatmu menjadi orang cerdas. Tidak sama sekali. Pandai berbicara bukan berarti cerdas, pintar ceplas-ceplos tak berarti orang intelek, lincah ngomong tak selamanya ia ilmuan kelas atas.

Bisa jadi, orang yang pintar berbicara hanya sebatas lisan atau luarnya saja. Sementara didalamnya sangat nihil. Pasalnya, seorang Mahasiswa di kampus katanya pintar berdebat. Mampu membuat lawan-lawan diskusi tak berkutik.Bahkan, teori-teori dosenpun mampu dilahap dengan bantahan-bantahannya. Sayangnya, kepintaran berdebatnya ( banyak bicaranya ) tak mampu mengalahkan soal ujian. terpaksa minta bantuan mbah google.

Islam mengajarkan kita untuk memperbanyak diam. bukan memperbanyak pembicaraan. Sekali lagi, perbanyaklah diam. jika pandai berbicara, gunakalah untuk kebaikan. 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

2 comments

bagus gannn :) ane setuju :)

Balas