Dia Yang Suka Memberi, Kini Ternyata Sudah Kaya

Dia Yang Suka Memberi, Kini Ternyata Sudah Kaya


berbagi itu indah
Sebut saja namanya Ahmad...
Dia anak dari seorang guru, hidupnya tidak lepas dari bimbingan ayahnya. Tentunya, sudah kenyang dengan nasehat dan petuah dari ayahnya. Ia juga menyukai sastra, sehingga kerap kali naik podium menjuarai berbagai perlombaan sastra.

Setiap hari jumat, di pagi hari. Dia selalu mendatangi seorang anak yatim yang ditinggalkan oleh ayanya karena kecelakaan. Dia, si Ahmad. Selalu memberikan uang sebesar duaribu rupiah. Bagi orang kaya, uang sebesar itu tidak ada artinya. Tapi, bagi orang desa yang serba miskin. Seribu sangatlah berarti.

Kebiasaan memberi, tidak pernah ditinggalkan oleh Ahmad. Kalaupun ia lupa datang di waktu pagi hari jumat. Dia mendatangi anak yatim di siang hari atau sore hari.

Tidak tahu alasannya, kenapa dia lebih memilih hari jumat sebagai waktu husus untuk menyisihkan sebagian hartanya, untuk berbagi kepada seorang anak yatim yang tak jauh dari rumahnya. Mungkin karena hari jumat adalah hari sayyidul ayyam bagi umat islam.

Ahmad tidak pernah mengharapkan balasan atas pemberiaannya. Melainkan hanya doa anak yatim. Ya, doa anak yatim sangatlah mustajab. Maka, islam mengajarkan jangan bermain-main dengan anak yatim. Bahkan, Nabi mengabarkan bahwa beliau dengan anak yatim. Seperti dua jari telunjuk dan jari tengah.

Waktu terus berjalan. Lulus Sekolah menengah pertama, membuatnya ia pindah ke Pesantren. Ia sekolah dan nyantri ditempat yang jauh. tak mungkin ia dapat mendatangi anak yatim itu lagi. Mungkin hanya doa yang bisa dia berikan.

Sampai dia melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. Kebiasaan memberi tidak ditinggalkannya. Ia mendirikan sebuah Panti Asuhan atas usaha sendiri bersama teman-tenannya. Ia mencari anak yatim dan tidak mampu, untuk di tempatkan di asrama yang baru didirikan itu.


Untuk memenuhi kebutuhan Panti Aushan yang dibangun. Dia membuat sebuah perusahaan kecil. Dimulai dari yang terkecil, perusahaan itu terus berkembang sampai memiliki cabang perusahaan di Kota-Kota lain. Dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Perusahaannya pun berkembang pesat.  Perlu karyawan untuk meringankan bebannya. Sehingga ia merekrut banyak karyawan.  Dengan Mobil perusahaan. membuat ia lebih mudah mendistribusikan produksinya ke kota-kota lain.

Menikahi seorang wanita. Menjadi keharusan ia memiliki sebuah rumah sebagai tempat singgah bersama istrinya. Tidak hanya membangun rumah, dia juga membeli sebuah Mobil sebagai kendaraan Pribadi.

Kecintaan pada sastra tetap ia pertahankan. Berbagai buku telah ia karang, karya-karya tulisnya diterbitkan di berbagai media. Tak heran bila ia menjadi tokoh dikalangan sastrawan. Menjadi rujukan para penulis sastra. Keuntungan dari menulispun ia dapatkan.

Seorang Istri yang berlatar belakang pendidikan. Dirumahnya, dia bersama istrinya mengadakan lembaga pendidikan non formal. Berupa kursus-kursus kilat. Disamping itu, sang istri mengabdikan diri mengajar anak-anak kecil mengaji Al Quran. Setiap sore, rumahnya ramai dengan anak-anak sedang mengaji.

Kemajuan teknologi dan informasi yang kian tak terbendung, zaman yang serba internet. Dia meluncurkan sebuah website portal berita Sebagai sarana media informasi. Sebagai Direktur dan pemilik website, ia menerima tulisan-tulisan dari orang lain. Dengan Web yang dikelola, ia mendapatkan penghasilan dari Iklan-iklan yang dipasang.

Kini, dengan kekayaanya, ia terus mengembangkan Panti Asuhan yang dimilikinya. Dia terus memberi dan berbagi kepada anak-anak yatim. Kepada orang-orang yang membutuhkan. Dan kepada siapa saja yang memerlukannya.

Baca juga:

Seorang Pelajar Yang Suka Nyasar kemana-mana hanya untuk mencari ilmu dan pengalaman.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments